Program Pascasarjana Magister Manajemen STIE Ekuitas memiliki program yang dapat meningkatkan kemampuan meneliti, menganalisis, dan memecahkan masalah dalam bidang Manajemen Keuangan, Perbankan, dan Kewirausaahan dengan wawasan bisnis yang visioner bersumberkan pada EKU1TAS (Efisien, Kreatif, Iman, dan Takwa) sehingga menciptakan kemandirian dan membudayakan jiwa intrapreneur dan entrepreneur, dimana peserta program mampu mengelola seluruh sumber daya yang dimiliki secara aktif dan efisien, baik yang terlibat di sektor dunia usaha, industri, maupun birokrasi dengan produktivitas tinggi, berdaya saing tinggi (cooperative and competitive advantage) dan memberikan hasil yang bernilai tambah tinggi.

Program Pascasarjana Magister Manajemen STIE Ekuitas didukung oleh para pengajar dari akademisi dan praktisi di bidang keuangan, perbankan dan kewirausahaan yang telah berpengalaman sehingga mampu memberikan gambaran best practice baik di dunia kerja maupun usaha. Program Pascasarjana Magister Manajemen STIE Ekuitas dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pengembangan profesionalisme, penerapan ilmu manajemen, keuangan dan perbankan serta kewirausahaan. Pengembangan tersebut sangat diperlukan karena dinamika dan kompleksitas perubahan yang terjadi di masyarakat. Pemenuhan kebutuhan ini tertuang dalam kurikulum yang dirancang untuk meningkatkan profesionalisme, kemampuan manajemen dan kewirausahaan peserta didik.

Program Pascasarjana Magister Manajemen STIE Ekuitas merupakan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang dalam penyelenggaraan seluruh program studinya menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS). Sistem SKS memungkinkan penyelenggaraan program studi yang fleksible, dapat memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para mahasiswa dalam merencanakan, memilih dan melaksanakan studi sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang dimilikinya.

 

Dalam rangka menjamin proses penyelenggaraan dan pelaksanaan program pendidikan secara terarah dan teratur sehingga dapat dicapai tujuan pendidikan yang diprogramkan, maka ditetapkan ketentuan-ketentuan akademik.

1.      Kegiatan Akademik

 Proses penyelenggaraan dan pelaksanaan kegiatan akademik dimulai pada permulaan tahun akademik, yaitu pada bulan September. Untuk dapat mengikuti kegiatan akademik yang akan berjalan, setiap mahasiswa harus melakukan Pendaftaran Ulang (Her-registrasi), dan atau Pengisian dan Pendaftaran Formulir Rencana Studi (FRS) sesuai ketentuan yang berlaku.

2.    Administrasi Sistem Kredit Semester (SKS)

Pelaksanaan SKS memeriukan ketaatan segenap unsur yang terlibat, yaitu mahasiswa, dosen dan tenaga administrasi terhadap jadwal kegiatan pendidikan dan pengajaran yang ditentukan. Untuk keperluan penyelenggaraan administrasi SKS dipergunakan beberapa formulir yang meliputi Formulir Her-registrasi, Formulir Rencana Studi (FRS), Daftar Peserta Mata Kuliah (DPMK), Daftar Peserta dan Nilai Akhir (DPNA), dan Daftar Hasil Studi Mahasiswa (DHSM).

3.    Pendaftaran Ulang dan Pendaftaran KRS

 Pendaftaran ulang (her-registrasi) wajib dilaksanakan oleh setiap mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan akademik. Pendaftaran ini dilakukan pada setiap awal semester. Untuk melakukan pendaftaran ulang, setiap mahasiswa diharuskan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Pengisian dan penyerahan formulir Her-registrasi, dan atau KRS merupakan salah satu persyaratan bagi mahasiswa untuk diakui dan diikutsertakan dalam kegiatan akademik semester yang akan ditempuhnya

4.    Ujian Semester Penyelenggaraan ujian-ujian dimaksudkan untuk :

1. Menilai mahasiswa, dalam memahami, mengevaluasi, dalam penguasaan

materi perkuliahan.

2. Mengelompokkan mahasiswa ke dalam beberapa golongan berdasarkan

kemampuan, dan peminatan (konsentrasi).

3. Menilai materi perkuliahan yang disajikan sesuai dengan Satuan Acara Perkuliahan (SAP) yang telah ditentukan.

4. Ujian semester diselenggarakan 2 (dua) kali dalam dalam tiap-tiap semester, yaitu Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS).

1) UTS diadakan setelah menyelesaikan minimal 50% pokok bahasan/ materi sesuai dengan ketentuan Satuan Acara Perkuliahan (SAP), dan UTS diselenggarakan untuk semua mata kuliah dengan jadwal UTS yang disusun oleh Program Pascasarjana Magister Manajemen STIE Ekuitas.

2) UAS diselenggarakan setelah semua pokok bahasan perkuliahan diselesaikan dengan jadwal UAS yang disusun oleh Program Pascasarjana Magister Manajemen. UTS dan UAS dilaksanakan hanya 1 (satu) kali pada tiap semeter, dan diadakan ujian susulan yang diatur dalam ketentuan tersendiri.

5.     Persyaratan Mengikuti Ujian

a.    Ujian Tengah Semester (UTS)

1) Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester yang sedang berlangsung.

2) Telah mengisi FRS dan atau bukti her-registrasi.

3) Telah melunasi minimal 75% biaya pendidikan pada semester yang bersangkutan.

4) Tidak dalam status terkena sanksi disiplin pendidikan (skorsing).

b.    Ujian Akhir Semester (UAS)

1) Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester yang sedang berlangsung, dan telah mengikuti UTS.

2) Mempunyai KRS dan bukti her-registrasi.

3) Memenuhi kehadiran dalam perkuliahan sekurang-kurangnya 70%.

4) Telah melunasi seluruh biaya pendidikan (uang kuliah, d11) untuk semester yang bersangkutan bila pembayaran dengan cara dicicil.

5) Telah menyelesaikan administrasi dan seluruh tugas akademik.

c.     Tata Tertib Ujian (UTS dan UAS)

1. Peserta ujian diwajibkan hadir ditempat ujian, 15 menit sebelum ujian dimulai.

2. Peserta ujian diwajibkan menempati tempat duduk yang telah ditetapkan.

3. Peserta ujian diwajibkan menunjukkan kartu ujian kepada pengawas, setiap kali mengikuti ujian.

4. Peserta ujian hanya berhak mengikuti ujian mata kuliah yang tercantum dalam Formuliar Rencana Studi (FRS).

5. Peserta ujian diwajibkan mengisi daftar hklir yang diedarkan pengawas ujian.

6. Peserta ujian yang datang terlambat tidak diberikan perpanjangan waktu ujian.

7. Peserta ujianyang tidak dapat menunjukkan kartu ujian, dengan alasan apapun tiaak diperkenankan mengikuti ujian.

8. Selama ujian berlangsung, peserta ujian dilarang :

1) Berbuat gaduh dan mengganggu kelancaran jalannya ujian.

2) Pinjam meminjam alat-alat tulis (pensil, ballpoint, penggaris, penghapus, tip-ex, rautan pensil, kalku(ator dan lain lain).

3) Meninggalkan tempat sebelum ujian berakhir, kecuali bila telah selesai mengerjakan soal ujian.

4) Bertanya atau memberikan isyarat atau jawaban kepada peserta ujian lainnya, atau bekerja sama dalam mengerjakan soal ujian dalam bentuk apapun. Berbicara atau berbisik-bisik dan hal-hal lainnya.

5) Membaca catatan, buku atau perlengkapan lainnya yang tidak diperlukan datam mengikuti ujian, kecuali bila diijinkan/ diperlukan dan tercantum secara tertulis dalam soal ujian (Open Book).

6) Tidak mengikuti aturan pengawas ujian.

7) Dilarang merokok, makan, dan minum.

8) Menyalakan HP atau alat komunikasi lainnya kecuali diperbolehkan sesuai soal.

d.     Sanksi Pelanggaran Tata Tertib Ujian

1. Pengawas ujian berwenang menegur, memperingatkan serta mengeluarkan peserta ujian yang melanggar.

2. Pembatalan semua hasil ujian yang diikuti.

3. Dilaporkan dalam berita acara ujian.

e.     Ketentuan Ujian Susulan

1. Mengisi formulir permohonan ujian susulan yang ditujukan kepada Direktur Program Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen.

2. Surat permohonan harus disertai bukti otentik yang dipakai sebagai alasan tidak dapat mengikuti ujian yaitu: Surat Tugas, melahirkan, atau surat sakit rawat inap yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit.

3. Permohonan Ujian Susulan harus diajukan selama masa Ujian Tengah Semester/ Ujian Akhir Semester berlangsung.

4. Ujian susulan diselenggarakan pada hari kerja (Senin-Jum’at), tempat di Program Pascasarjana Program Studi Magister Manajemen sesuai jadwal yang telah ditetapkan;

5. Ujian susulan dilaksanakan paling lambat 2 minggu setelah ujian UTS/UAS berlangsung;

6. Mahasiswa yang mengikuti ujian susulan diwajibkan membayar biaya ujian susulan yang besarnya ditetapkan dalam SK Ketua No: 566A/Ekuitas/A-3NI1/2015 tentang besarnya biaya ujian susulan, ditetapkan sebesar Rp 250.000,- per mata kuliah (transfer ke bank bjb a.n. Pascasarjana Prodi MM STIE Ekuitas),

7. Bukti pembayaran diserahkan kepada Administrasi Akademik Pascasarjana.

6.    Cuti Akademik Cuti akademik adalah pemberhentian studi sementara yang diberikan STIE Ekuitas kepada mahasiswa atas dasar surat permohonan mahasiswa yang bersangkutan melalui Direktur Program MM.

1) Cuti akademik diberikan kepada mahasiswa yang sekurang-kurangnya telah mengikuti perkuliahan minimum 1 (satu) semester, sejak yang bersangkutan terdaftar sebagai mahasiswa.

2) Cuti akademik diberikan maksimum 2 semester (tidak berturut-turut) selama menjadi mahasiswa.

3) Tidak mempunyai tunggakan biaya pendidikan.

4) Membayar biaya cuti akademik sesuai dengan aturan yang berlaku.

5) Masa cuti tidak diperhitungkan sebagai masa studi.

6) Selama masa cuti mahasiswa dibebaskan dari biaya pendidikan.

7.     Tata Cara Pengajuan Cuti Akademik

1) Mengajukan permohonan dengan surat tertulis kepada Direktur Program MM, dengan mengemukakan alasan-alasan yang dapat dipertanggungjawabkan (formulir cuti akademik tersedia di BAA).

2) Surat permohonan tersebut harus sudah disampaikan kepada Direktur Program MM selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum perkuliahan dimulai (sesuai kalender akademik).

3) Cuti tersebut baru dapat dilaksanakan apabila telah diperoleh persetujuan dari Direktur Program MM.

4) Sebelum melaksanakan cuti akademik, mahasiswa yang bersangkutan, terlebih dahulu menyelesaikan pembayaran biaya administrasi cuti dan menyerahkan permohonan cuti kepada Bagian Administrasi Akademik (BAA) Pascasarjana MM.

8.    Mahasiswa Tidak Aktif Tanpa ljin Mahasiswa yang tidak aktif tanpa ijin, adalah mahasiswa yang tidak melaksanakan pendaftaran ulang (atau meninggalkan studi tidak resmi) pada waktu yang ditentukan. Mahasiswa yang tidak aktif selama 2 (dua) semester berturut-turut, dianggap dan dinyatakan telah mengundurkan diri atau diberhentikan tanpa syarat sebagai mahasiswa. Jika mahasiswa yang tidak aktif tanpa ijin (yang hanya 1 semester) berkeinginan melanjutkan studinya lagi, maka diwajibkan.

1) Mengajukan permohonan dengan surat tertulis kepada Direktur Program MM untuk mendapatkan ijin melanjutkan studi kembali (formulir tersedia di BAA).

2) Membayar biaya (denda) aktif kembali sesuai aturan yang ditetapkan

3) Melaksanakan pendaftaran ulang di BAA dan KRS sesuai ketentuan yang berlaku. catatan : semester tidak aktif tanpa ijin yang ditinggalkan tetap diperhitungkan sebagai masa studi

9.    Prosedur Pendaftaran Ulang bagi Mahasiswa Lama yang Mengambil Cuti Akademik:

1. Menyerahkan Surat Cuti Akademik (atau foto copy-nya).

2. Mengisi formulir persetujuan Aktif Kembali (formulir disediakan di BAA).

3. Melaksanakan konsultasi dengan dosen wali dalam pengisian KRS.

4. Membayar uang kuliah di bank bjb.

Close Menu